25 November 2017

JENIS-JENIS BUKU KERJA GURU

Kelengkapan buku kerja/administrasi guru yang akan diberlakukan pada tahun pelajaran baru 2018 nanti sebagai berikut:
BUKU KERJA GURU terdiri atas:

A. Buku Kerja Guru 1

     1. SKL, KI, dan KD

     2. Silabus
     3. RPP

     4. KKM

B. Buku Kerja Guru 2
    1. Kode Etik Guru
    2. Ikrar Guru
    3. Tata Tertib Guru
    4. Pembiasaan Guru
    5. Kalender Pendidikan
    6. Alokasi Waktu
    7. Program Tahunan
    8. Program Semester
    9. Jurnal Agenda Guru

C. Buku Kerja Guru 3

     1. Daftar Hadir
     2. Daftar Nilai
     3. Penilaian Akhlak/Kepr
     4. Analisis Hasil Ulangan
     5. Progpel Perbaikan & Pengayaan
     6. Daftar buku Pegawai Guru/Siswa
     7. Jadwal Mengajar
     8. Daya Serap Siswa
     9. Kumpulan Kisi soal
    10. Kumpulan Soal
    11. Analisis Butir Soal
    12. Perbaikan Soal

D. Buku Kerja Guru 4

     1. Daftar Evaluasi Diri Kerja Guru
     2. Program Tindak Lanjut Kerja Guru
     

REVISI KURIKULUM 2013 TAHUN 2017

PERUBAHAN ISTILAH DALAM KURIKULUM 2013  REVISI 2017 


Penting untuk diketahui oleh semua guru terutama bagi guru yang sekolah/ madrasahnya melaksanakan Kurikulum 2013. setelah hasil revisi kurikulum 2013 selesai tentunya pasti ada perubahan yang terjadi dan perubahan. Perubahan yang perlu diketahui bagi para guru pengembang kurikulum sebagai berikut:

  1. Nama kurikulum tidak berubah menjadi kurikulum nasional tapi tetap "Kurikulum 2013 Edisi Revisi" yang berlaku secara Nasional.
  2.  Penilaian sikap KI 1 dan KI 2 sudah ditiadakan di setiap mata pelajaran hanya agama dan ppkn namun "KI tetap dicantumkankan dalam penulisan RPP".
  3. Jika ada 2 "nilai praktik" dalam 1 KD , maka yang diambil adalah nilai yang tertinggi. Penghitungan "nilai ketrampilan" dalam 1 KD ditotal (praktek, produk, portofolio) dan diambil nilai rata2. untuk pengetahuan, bobot penilaian harian, dan penilaian akhir semester itu sama.
  4. Pendekatan scientific 5M bukanlah satu2 nya metode saat mengajar dan apabila digunakan maka susunannya tidak harus berurutan.
  5. "Silabus kurtilas" edisi revisi lebih ramping hanya 3 kolom. Yaitu "KD, materi pembelajaran, dan kegiatan pembelajaran".
  6. Perubahan terminologi ulangan harian menjadi penilaian harian , uas menjadi  penilaian akhir semester  untuk semester 1 dan  penilaian akhir tahun  untuk semester 2. Dan sudah tidak ada lagi uts, langsung ke penilaian akhir semester.
  7. Dalam RPP, tidak perlu disebutkan nama metode pembelajaran yang digunakan dan 'materi dibuat dalam bentuk lampiran berikut dengan rubrik penilaian' (jika ada).
  8. Skala penilaian  menjadi  1-100 .  Penilaian sikap  diberikan dalam bentuk  predikat dan deskripsi.
  9. Remedial diberikan untuk yang kurang namun sebelumnya siswa diberikan pembelajaran ulang. Nilai Remedial adalah nilai yang dicantumkan dalam hasil.
Setelah Permendikbud Tahun 2015 dinyatakan tidak BERLAKU dan dirubah menjadi PERMENDIKBUD No 18, 19, 20, 21, 22, 23/2016 tentang  revisi Kurikulum 13 namun perubahan di fokuskan untuk meningkatkan hubungan atau keterkaitan antara kompetensi inti (KI) dan kompetensi dasar (KD).
Terkait Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) K13 revisi 2017, yang dibuat harus muncul empat macam hal yaitu; PPK, Literasi, 4C, dan HOTS sehingga perlu kreatifitas guru dalam meramunya.

    Poin penting revisi Kurikulum 2013 tahun 2017 Adalah sebagai berikut :

  1. Mengintergrasikan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) didalam pembelajaran. Karakter yang diperkuat terutama 5 karakter, yaitu: religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan integritas.
  2. Mengintegrasikan literasi; keterampilan abad 21 atau diistilahkan dengan 4C (Creative, Critical thinking, Communicative, dan Collaborative);
  3. Mengintegrasikan HOTS (Higher Order Thinking Skill).

Penguatan Pendidikan Karakter perlu mengintegrasikan, memperdalam, memperluas, dan sekaligus menyelaraskan berbagai program dan kegiatan pendidikan karakter yang sudah dilaksanakan sampai sekarang.
Pengintegrasian dapat berupa :


  •   Pemaduan kegiatan kelas, luar kelas di sekolah, dan luar sekolah  (masyarakat/komunitas);
  •       Pemaduan kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler;
  •       Pelibatan secara serempak warga sekolah, keluarga, dan masyarakat;

Perdalaman dan perluasan dapat berupa:

  •  Penambahan dan pengintensifan kegiatan-kegiatan yang berorientasi pada pengembangan karakter siswa,
  • Penambahan dan penajaman kegiatan belajar siswa, dan pengaturan ulang waktu belajar siswa di sekolah atau luar sekolah;
  • Penyelerasan dapat berupa penyesuaian tugas pokok guru, Manajemen Berbasis Sekolah, dan fungsi Komite Sekolah dengan kebutuhan Gerakan PPK.
Sumber : Bimtek KK 13

03 September 2017

KEPENGURUSAN POKJAWAS KAB. GROBOGAN 2017-2020

KEPUTUSAN KEPALA KANTOR KEMENTERIAN AGAMA
KABUPATEN GROBOGAN
NOMOR :152/2017

TENTANG
KELOMPOK KERJA PENGAWAS (POKJAWAS)
KABUPATEN GROBOGAN

TAHUN 2017/2020
silakan ambil disini




Lampiran II
:
Keputusan Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Grobogan
Nomor
:
B-         /KK.11.15/PP.00/7/2017
Tanggal
:
1 Juli  2017

SUSUNAN PENGURUS KELOMPOK KERJA PENGAWAS
KABUPATEN GROBOGAN TAHUN 2017/2020

No
JABATAN PENGURUS
NAMA
JABATAN DINAS
1
Pembina
Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Grobogan
2
Penasehat
Kasi Pendidikan Agama Islam
Kasi Pendidikan Madrasah
3
Ketua
Drs. Largono, M. Pd.I.
Pengawas PAI
4
5
Wakil Ketua I
                     II
H. Margono, S. Pd, M. Pd
Pengawas Madrasah
Noor Hamid, S. Ag., M. Ag.
Pengawas PAI
6
7
Sekretaris I
Sekretaris II
Suyanto, S. Ag., M. Pd. I
Pengawas Madrasah
Ahmad Zaenuri, S. Ag
Pengawas PAI
8
9
Bendahara
Bendahara
Umi Masfiah, M. Pd. I
Pengawas PAI
Nur Endah Susilowati, S.Ag., M.Pd.I
Pengawas Madrasah
Koordinator Bidang
1.
Program dan Pelaporan
1. Muhammad Khozzin, S.Ag, M.Pd.I
2. Dra. Siti Rochana, M. Pd
3. Subar, S. Ag., M. Pd
Pengawas PAI
Pengawas PAI
Pengawas Madrasah
2
Peningkatan Kompetensi
  1. Rois Kamdani, M. Ag.
  2. Ahmad Mujahidin, S. Ag
  3. Akhmad, S. Ag, M. Pd. I
Pengawas Madrasah
Pengawas Madrasah
Pengawas PAI
3
Kelembagaan
1.  Moh Masrukan, S. Ag
2. Tamhid Zamroni, M. Pd. I
3. Hj. Mu'ani, M. Pd. I
4. Sri Wahyuni, S. Ag, M. Pd. I
Pengawas Madrasah
Pengawas PAI
Pengawas PAI
Pengawas Madrasah
4
Kesejahteraan dan Sosial
1.  Kusnin, S. Ag, M. Pd. I
2.  Drs. Riasir, M. Pd. I
3.  Dalmini, S. Ag., M. Pd. I
Pengawas PAI
Pengawas Madrasah
Pengawas PAI
Pengawas PAI

Kepala,




Hambali





TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB PENGURUS

1. Ketua
a. Mengkoordinasikan kegiatan pelaksanaan tugas kepengawasan, melakukan evaluasi kegiatan organisasi, membuat laporan kegiatan berkala dan tahunan, dan mempertanggungjawabkan semua kebijakan pengurus melalui Rapat Anggota.
b. Mengatur pembagian wilayah kerja para pengawas berikut menentukan sekolah dan madrasah binaan sesuai dengan jenjang tugas kepengawasan masing-masing.
c.     Melaksanakan penilaian terhadap kinerja pengawas.
d. Merumuskan peningkatan kompetensi dan pengembangan profesionalitas pengawas melalui program pendidikan dan pelatihan, whorkshop, seminar serta studi banding.
2.    Wakil Ketua
a.       Mewakili pelaksanaan tugas-tugas ketua, apabila berhalangan.
b. Menyiapkan draft SKP dan PPK Para Pengawas sesuai jenjang tugas kepengawasannya.
c.  Menerima, mengorganisir, dan mengolah laporan kepengawasan sesuai dengan jenjang kepengawasannya.
3.    Sekretaris
a.       Memberikan pelayanan teknis administratif bagi kegiatan organisasi.
b.      Mempersiapkan dan mengorganisi draft program organisasi, melaksanakan tertib administrasi, dan mempersiapkan penyusunan draft laporan berkala dan tahunan, serta memepersiapkan kegiatan rapat-rapat.
c.       Menyiapkan draft instrumen supervisi sesuai kegiatan peiaksanaaan pengawasan.
4.    Wakil Sekretaris
a.       Membantu tugas sekretaris
b.      Mewakili sekretaris apabila berhalangan.
c.       Mengkoordinir penyusunan data yang berkaitan dengan tugas kepengawasan.
5.    Bendahara
a.       Mengelola keuangan dan mempertanggungjawabkan kepada organisasi.
b.      Mengatur kepentingan rumah tangga organisasi
6.    Wakil Bendahara
a.       Membantu tugas bendahara
b.      Mempersiapkan laporan keuangan secara berkala
7.    Koordinator Bidang
a.      Bidang Program dan Laporan
1). Mengkoordinir penyusunan program kegiatan pengawas (program tahunan, program semester, dan rencana program supervisi).
2)     Mengkoordinir persiapan dan pelaksanaan instrumen supervisi.
3)     Mengkoordinir laporan pengawas untuk diolah dan ditindak lanjuti
4)     Mengkoordinir pengelolaan hasil evaluasi pendidikan agama di sekolah.
b.      Bidang Peningkatan Kompetensi
1)  Mengkoordinir pelaksanaan pengembangan dan peningkatan kompetensi kepengawasan baik supervisi akademis maupun supervisi manajerial.
2)  Mengkoordinir peningkatan kompetensi dalam kegiatan pengembangan profesi kepengawasan yang meliputi penelitian, penulisan karya tulis ilmiah, dan penemuan teknologi pendidikan.
c.       Bidang Kelembagaan
1)      Mengkoordinir pelaksanaan peningkatan kualitas kelembagaan.
2)      Mengkoordinir pelayanan yang berkaitan dengan sukses akreditasi lembaga.
3)      Mengkoordinir pelaksanaan pembinaan kepala madrasah tingkat kabupaten.
4)      Mengkoordinasikan dan membangun kerjasama dengan organisasi profesi guru melalui KKM/KKG/MGMP Tingkat Kabupaten.
d.      Bidang Kesejahteraan dan Sosial
1)        Menjaga harmonisasi hubungan antar pengawas.
2)  Mengkoordinir penerimaan santunan kepada anggota yang sakit maupun meninggal dunia.
3)   Mengkoordinir pemberian kenang-kenangan bagi anggota yang pensiun dan pindah tugas ke tempat lain.

14 February 2017

Laporan Pelaksanaan Kepengawasan

Iklas beramal`






LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN KEPENGAWASAN

PENGAWAS  RA/TK, MI/SD  KEC. WIROSARI
TAHUN PELAJARAN 2011/2012

 










OLEH :

Drs. LARGONO, M. Pd.I
NIP. 196706161995031002


KEMENTERIAN AGAMA
KANTOR KABUPATEN
KABUPATEN GROBOGAN PROV.JAWA TENGAH
TAHUN 2012

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi No 21 tahun 2010 Pasal 1  ayat 1, yang dimaksud dengan Jabatan fungsional Pengawas Sekolah adalah jabatan fungsional yang mempunyai ruang lingkup tugas, tanggung jawab dan wewenang untuk melaksanakan kegiatan pengawasan akademik dan manajerial pada satuan pendidikan.
Permen 39 tahun 2010, tentang beban kerja guru dan pengawas satuan penddidikan; pasal 4 ayat 1, Beban kerja guru yang diangkat dalam jabatan pengawas satuan pendidikan adalah melakukan tugas pembimbingan pemantauan, penilaian, pelaporan. dan Pasal 3, Pengawasan yang dimaksud; (a) Mengawasi memantau mengolah dan melaporkan hasil pelaksanaan 8 standar nasional pendidikan. (b) membimbing satuan pendidikan untuk meningkatkan atau mempertahankan kelayakan program satuan pendidikan
Kompetensi pengawas sesuai Peraturan Menteri tersebut adalah tugas yang memerlukan pengetahuan keterampilan dan seni(manajemen) untuk melakukan tugas pokok kepengawasan yaitu (1). Melakukan pemamtauan terhadap guru dalam melaksanakan pembelajaran, merencanakan pembelajaran dan melaksanakan evaluasi pembelajaran serta merencanakan pengelolaan atau penataan kelas melalui observasi kelas. (2) Menilai guru dalam melaksanakan pembelajaran, merencanakan pembelajaran dan melaksanakan evaluasi pembelajaran, serta mengelola kelas yang menjadi tanggungjawabnya melalui observasi dan diskusi terbatas. (3) Mensupervisi terhadap pelaksanaan pembelajaran, perencanaan pembelajaran, evaluasi pembelajaran dan pengelolaan kelas yang mnjadi tnggungjawabnya sebagai guru kelas atau guru mata pelajaran. (4)  Membina guru yang mengalami kesulitan dalam rangka merencanakan, melaksanakan proses pembelajaran evaluasi pembelajaran dan panataan kelas melalui Program PKB. (5) Melaporkan hasil pelaksanaan pemantauan, penilaian, supervisi dan pembinaan kepada instansi terkait. Selain guru pengawas sekolah juga berkewajiban melakukan pembinaan terhadap pelaksanaan kinerja kepala sekolah dalam merencanakan, mengendalikan dan menlai guru dan karyawan sekolah yang menjadi tanggungjawabnya. Hasil penilaian tersebut sangat menentukan karir kepala sekolah dalam masa jabatannya.
Pengawas mempunyai fungsi sebagai mitra Guru, inovator, konselor, inovator, kolaborator, asesor, evaluator,  dan konsultan. Dari fungsi-fungsi pengawas tersebut diperlukan pemahaman kompetensi guru dan kompetensi kepala sekolah, agar dalam melaksanakan tugas kepengawasan tepat sasaran.
Untuk melaksanakan tugas dan fungsi pengawas yang sangat luas dan memerlukan kompetensi di bidang kepengawasan serta pemahamam terhadap kompetensi guru dan kompetensi kepala sekolah, maka diperlukan suatu intrumen untuk melaksanakan penilaiaan guru dan kepala sekolah yang sesuai dengan acuan pada Permendiknas  No 13 Tahun 2007 dan Permendiknas No 16 Tahun 2009.  Serta melaksanakan penilaian kinerja guru dan kinerja kepala sekolah sebagai saran pembinaan, pengendalian, dan sekaligus sebagai penilaian guna menentukan tindak lanjut berikutnya terhadap guru dan kepala sekolah. Pelaksanaan supervisi dilakukan diwilayah tugas masing-masing, hasil penilaian berpungsi sebagai penentuan nilai guru dan kepala sekolah sebagai pegawai. Nilai tersebut dapat dipakai sebagai nilai kinerja dan sebagai sarana pembinaan berikutnya serta sebagai sarana penentuan jasmen kepegawaian bagi instansi terkait.
Mutu  pendidikan yang rendah, sebagai akibat redahnya kualitas sumber daya manusia, hal tersebut di pengaruhi oleh banyak factor, baik faktor internal maupun faktor eksternal. Akan tetapi dalam permasalahan ini lebih ditekankan pada faktor internal yang disebabkan oleh:
1.      Lemahnya manajerial Kepala Madrasah dan Guru yaitu di dalam merencanakan, mengelola, melaksanakan, mengadministrasikan setiap kegiatan di madrasah masing-masing.
2.      Masih banyak pula Kepala Madrasah dan Guru secara akademis belum mampu untuk memahami standar isi, standar kompetensi dan kompetensi dasar pada kurikulum tingkat satuan pendidikan secara komprehensif.
3.      Kekurangmampuan Guru untuk memahami dan melaksanakan strategi pembelajaran yang meliputi pemilihan metode, pemilihan alat peraga dan tekhnis pembelajaran.
4.      Banyaknya Guru yang belum membuat perencanaan pembelajaran yang meliputi program tahunan, program semester, silabus dan rencana program pembelajaran (RPP) sehingga efektifitas dan efesiensi proses pembclajaran masih rendah.
5.      Selain masalah managerial dan akademis, satu hal yang penting adalah ketidakmampuan Guru di dalam menerapkan atau melaksanakan sistem, jenis, teknis, dan bentuk evaluasi pendidikan pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Sehingga Guru kesulitan di dalam menyusun soal dan menganalisa hasil pembelajaran.
6.      Rendahnya peran serta masyarakan dan orang tua di dalam memberikan kontribusi baik materiel maupun bimbingan kepada siswa di dalam kegiatan pendidikan di sekolah/madrasah.
Permasalahan tersebut diatas merupakan bahan kajian untuk dibuat suatu perencanaan kepengawasan agar peningkatan kualitas pendidikan dapat tercapai sesuai dengan harapan pemerintah dan masyarakat Indonesia.
B.     Fokus Masalah
Dalam fokus masalah ini sesuai dengan latar belakang masalah di atas pada dasarnya dapat dikelompokkan menjadi tiga bagian yaitu :
1.      Bidang managerial :
a)      Kepala Kepala Madarasah dan Guru belum mampu menerapkan managerial sekolah/madrasah.
b)      Guru belum mampu menerapkan managerial sekolah/madrasah dan pembelajaran.
c)      Peran serta orang tua dalam memberi bimbingan belajar pada anaknya.
2.      Bidang akademis :
a)      Kepala Madrasah dan Guru belum membuat rencana pembelajaran.
b)      lemahnya pemahaman tentang strategi pembelajaran yang menyangkut pemilihan motede dan media pembelajaran.
c)      Kurangmampunya Guru dan Kepala Madrasah di dalam memahami standar isi, standar kompetensi maupun kompetensi dasar KTSP.
3.      Bidang Evaluasi Pendidikan :
a)      Guru dan Kepala mampu menyusun soal yang sesuai dengan standar kaidah penyusun soal
b)      Pemahaman tentang system, jenis, teknis dan bentuk evaluasi pendidikan pada KTSP masih kurang.
C.    Tujuan dan Sasaran Pengawasan
1.      Tujuan
a)      Kepala Madrasah dan Guru mampu menerapkan managerial Sekolah.
b)      Guru mampu menerapkanmanajerial sekolah dan pembelajaran.
c)      Ada peran serta orang tua dalam memberi bimbinganbelajar pada anaknya.
d)     Kepala Madrasah dan Guru membuat rencana pembelajaran.
e)      Guru dan Kepala Madrasah mampu memahami standar isi, standar kompetensi dan kompetensi dasar KTSP.
f)       Guru memahami tentang strategi pembelajaran.
g)      Guru dan Kepala Madrasah lebih memahami system, jenis, teknis, bentuk evaluasi pendidikan pada KTSP.
2.      Sasaran Kepengawasan
Sasaran kepengawasan ini meliputi Guru PAI, Guru kelas, Guru mata pelajaran, Guru wiyata bhakti dan Kepala Madrasah serta penjaga sekolah. adapun jumlahnya sebagai berikut :
GURU RA KECAMATAN WIROSARI
NO
NAMA RA
GURU NIP
GURU WIYATA
KET
1
RA Masithoh I
-
3
-
2
RA Masithoh II
-
2
-
3
RA Masithoh III
-
2
-
4
RA Masithoh IV
-
3
-
5
BA Islam Terpadu
-
3
-
6
RA Al Hidayah I
-
3
-
7
RA Al Qomar
-
2
-
8
RA ISLAM
-
2
-
9
RA ISLAM    Kunden
-
2
-

JUMLAH
0
22


MI KECAMATAN WIROSARI KABUPATEN GROBOGAN
NO
NAMA MADRASAH IBTIDAIYAH
GURU NIP
GURU WIYATA
Guru
KET
kelas
mapel

1
MIN Tambakselo
13
3
12
4
-
2
MIS Habibiyyah
7
5
6
6
-

JUMLAH
20
8
18
10


GURU PAI SD KECAMATAN WIROSARI
NO
NAMA SD
GURU PAI NIP
GURU NON NIP
KET
1
SD 1 Dapurno
1
1

2
SD 2 Dapurno
1
-
-
3
SD 1 Dokoro
1
-
-
4
SD 2 Dokoro
-
1
-
5
SD 3 Dokoro
-
1
-
6
SD 1 Gedangan
-
1
-
7
SD 2 Gedangan
1
-
-
8
SD 3 Gedangan
-
1
-
9
SD 1 Kalirejo
1
-
-
10
SD 2 Kalirejo
1
-
-
11
SD 3 Kalirejo
1
-
-
12
SD 1 Karangasem
1
1
-
13
SD 2 Karangasem
2
1
-
14
SD 3 Karangasem
-
1
-
15
SD 4 Karangasem
1
-
-
16
SD 5  Karangasem
-
1
-
17
SD 1 Kropak
2
-
Rangkapan SD 1 Kalirejo
18
SD 2 Kropak
1
1
Rangkapan SD 7 Wrs
19
SD 1 Mojorebo
1
-
-
20
SD 2 Mojorebo
1
-
-
21
SD 3 Mojorebo
1
1
Rangkapan SD 1 Mjrb
22
SD 1 Sambirejo
3
-
Rangkapan
23
SD 2 Sambirejo
-
1
-
24
SD 3 Sambirejo
1
-
-
25
SD 4 Sambirejo
-
1
-
26
SD 1 Tambakrejo
1
-
-
27
SD 2 Tambakrejo
-
1

28
SD 3 Tambakrejo
-
1

29
SD 4 Tambakrejo
-
1

30
SD 1 Tambakselo
1
-

31
SD 2 Tambakselo
1
-

32
SD 3 Tambakselo
1


33
SD 1 Tanjungrejo
1


34
SD 2 Tanjungrejo
1


35
SD 3 Tanjungrejo
-
1

36
SD 1 Tegalrejo
1
1

37
SD 2 Tegalrejo
-
1

38
SD 3 Tegalrejo
-
1

39
SD 5 Tegalrejo
1
1
Rangkapan
40
SD 6 Tegalrejo
1


41
SD 1 Wirosari
1


42
SD 2 Wirosari
1


43
SD 3 Wirosari
1


44
SD 4 Wirosari
1
1
Rangkapan
45
SD 6 Wirosari
1


46
SD 7 Wirosari
1


47
SD 8 Wirosari
1


48
SD 10 Wirosari
2


49
SD Islam Terpadu
-
1


JUMLAH
22
23


D.    Ruang Lingkup Kepengawasan
Sesuai dengan sasaran di atas bahwa kepengawasan ini ditujukan dalam rangka pembinaan kepada Kepala Madrasah, Guru, Penjaga dan pihak lain yang terkait dengan sekolah tersebut. adapun kepengawasan ini dibatasi tentang :
a.       Managerial yang meliputi : Perencanaan pengorganisasian, pembiayaan, dan pengadministrasian segala kegiatan di Madrasah.
b.      Akademis meliputi : Perencanaan Pembelajaran Pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar, dan tindak lanjut.
c.       Evaluasi Pendidikan : Jenis, Teknis dan Bentuk Evaluasi Pendidikan.
Dalam pelaksanaannya agar tidak mengembang ke hal-hal lain yang bertentangan dan menyimpang dengan pokok masalah maka dalam kepengawasan dibatasi pula oleh instrument ketiga hal di atas yang digunakan dalam melakukan supervise, monitoring maupun pembinaan. Sehingga hasil yang dicapai akan merupakan jawaban dan solusi dari pokok permasalahan.



BAB II
KERANGKA PIKIR PEMECAHAN MASALAH

A.    Kondisi yang Diharapkan
Sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan serta ketentuan lain seperti Permendiknas No. 19 tahun 2007 Tentang Standar Pengelolaan, maka di harapkan di suatu sekolah tercipta dan terlaksananya proses managerial yang baik. yang meliputi :
1.      Perencanaan
2.      Pengorganisasian
3.      Pengaktualisasian
4.      Penganggaran
5.      Kontrol
Hal ini dilakukan untuk semua jenis kegiatan yang membackup kegiatan :
1.      Kegiatan kesiswaan
2.      Kegiatan Kurikulum dan KP
3.      Sarana dan prasarana
4.      Tenaga kependidikan
5.      Pembiayaan dan keuangan
6.      Budaya dan lingkungan sekolah
7.      Peran serta masyarakat
8.      Kegiatan yang menunjang kegiatan
Dari semua jenis kegiatan di atas, jika direncanakan akan tercipta Rencana Kerja Madrasah (RKM) dan Rencana Kerja Tahunan (RKT) serta Rencana Kerja Anggaran Madrasah (RKAM) yang semua kegiatan tersebut sudah barang tentu sudah diadministrasikan dengan tertib dan tepat waktu
Berdasarkan pada Permendiknas No. 22 tahun 2006 tentang standar isi serta Permendiknas No. 23 tahun 2006 tentang standar kompetensi lulusan, maka diharapkan setiap proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru adalah suatu proses pembelajaran yang berkualitas yang meliputi :
  1. Perencanaan pembelajaran yang baik.
  2. Proses pembelajaran yang mengacu pada : Penggunaan strategi belajar mengajar yang tepat, penggunaan media pembelajaran yang tepat, pemilihan metode pembelajaran yang relevan,
  3. Evektifitas dan efisiensi pembelajaran

Ketentuan lain yang menyangkut tentang pendidikan adalah Permendiknas No. 20 tahun 2007 tentang standar penilaian. Hal ini diharapkan agar setiap guru dalam melaksanakan penilaian mengacu pada ketentuan tersebut sehingga tercipta guru yang menguasai system penilaian, serta teknis penilaian yang berlaku dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)

B.     Kondisi Yang Terjadi Sekarang
Sesuai dengan fokus masalah di atas serta latar belakang masalah dalam hal ini, masih banyak ditemui Kepala Madrasah yang lemah dalam melaksanakan managerial madrasah dan guru lemah di dalam  pembelajaran. Karena lemahnya Kepala Madrasah dan Guru di dalam managerial maka akan berdamapak negative terhadap kegiatan pendidikan di Madrasah.
Suatu contoh pelaksanaan supervise Kepala Madrasah terhadap Guru, banyak kepala madrasah yang tidak memiliki program supervisi, jadwal pelaksanaan, serta hasil supervisi yang telah ditanda tangani/disahkan oleh kedua belah pihak. Contoh lain banyak madrasah yang belum mempunyai program Madrasah jangka menengah(RKM) atau empat tahun yang meliputi delapan komponen sesuai dengan Permendiknas No. 19 tahun 2007 tentang standar pengelolaan.
Selain terjadi tentang managerial, berdasarkan hasil kajian banyak Guru dan Kepala Madrasah yang kuran gmampu mengelola dan melaksanakan proses pembelajaran, sehingga perlu dipertanyakan mutu serta kualitas pembelajaran tersebut.
C.     Alternatif Pemecahan Masalah
Melihat dari suatu kondisi yang terjadi sekarang ini, upaya madrasah untuk meningkatkan mutu pembelajaran secara khusus dan meningkatkan mutu pendidikan secara umum masih sangat kecil, sehingga perlu diambil langkah-langkah pembinaan dan strategi pemecahan masalah sebagai berikut :
1.      Memberi pembinaan dan pelatihan kepada madrasah dan guru tentang managemen pendidikan serta supervisi pendidikan melalui kegiatan KKMI, KKGMI, KKGPAI, symposium atau forum lain yang menunjang kegiatan tersebut.
Laporan penyajian tersebut. Data tersebut mungkin berasal dan naskah wawancara, catatan lapangan, foto, video tape, dokumen pribadi,catatan atau memo, dan dokumen resmi lainnya.
Pada laporan pengawasan demikian ini pengawas menganalisis data  tersebut dan sejauh mungkin dalam bentuk aslinya . Sehingga setiap bagian dan dikumen dokumen tersebut ditelaah secara rinci, niaka dalam analisa tersebut akan muncul kata Tanya-kata Tanya ”mengapa”, “alasannya apa” dan “bagaimana terjadinya” hal ini dilakukan agar deskripsi yang diajukan benar-benar dari hasil yang nyata dan henar.
2.      Melakukan supervisi individual di sekolah/madrasah binaan dan memberikan contoh tentang managemen pendidikan serta memanfaatkan rapat sekolah/madrasahuntuk memberikan pembinaan.
3.      Melalui KKGPAI dilatih untuk memahami standar isi, standar kompetensi dan kompetensi dasar pada KTSP.
4.      Melalui KKGMI guru dan kepala madrasah diajak untuk menyusun program pembelajaran yakni silabus, program tahunan program semester dan Rencana Program Pembelajaran (RPP).
5.      Melalui supervisi individual/kunjungan pengawas guru dibina untuk memahami strategi belajar mengajar serta pemilihan metode dan penggunaan alat peraga.
6.      Melalui KKGMI atau penataran, guru dan kepala madrasah dilatih untuk membuat soal-soal evaluasi dengan kaidah yang benar.




BAB III
PENDEKATAN DAN METODE
Pelaksanaan pembinaan, pemantauan dan penilaian terhadap kepala sekolah dan guru dilakukan dengan pendekatan yang berbeda: (1) Pembinaan pemantauan dan penilaian terhadap manajerial kepala sekolah dilakukan dengan telaah dokumen melalui konsep evaluasi diri. (2) Pembinaan, pemantauan dan penilaian terhadap kinerja guru dilakukan melalui observasi, diskusi terbatas dan bimbingan personal.

1. Pembinaan
Pembinaan dilakukan terhadap guru dan kepala sekolah di awal semester dan melalui pemantauan.  Pembinaan terhadap kepala sekolah berhubungan dengan manajerial kepala sekolah.  Pembinaan terhadap guru dipokuskan pada pelaksanaan proses pelaksanaan pembelajaran, yaitu ketersediaan RPP pada guru untuk pelaksanaan obsevasi kelas. Pokus utama pembinaan pada (1) sistematika penyusunan RPP (2) Pendahuluan (3) Isi (4) penutup (5) evaluasi (6) dan tindak lanjut. Pembinaan dilakukan dengan menggunakan pendekatan diskusi terbatas, yaitu guru diajak berdiskusi tentang pelaksanaan proses pembelajaran yang telah dilakukannya berupa kelebihan kekurangan dan tindak lanjut yang harus dilakukan melalui program PKB.

2.    Pemantauan
Pemantauan dalakukan untuk mengendalikan perencanaan yang telah diinformasikan kepada guru dan kepala sekolah di wilayah binaan dan pemantauan lainnya berkaitan dengan kepengawasan yang relevan seperti pemantauan Ulum, US dan UN.
3.  Penilaian dan supervisi
Penilaian terhadap manajerial kepala sekolah dilakukan melalui evaluasi diri pada akhir semester dan penilaian secara komprehensif melalui supervisi kepala sekolah. Penilaian terhadap guru dilakukan melalui obsevasi pada pelaksanaan proses belajar negajar. Pelaksanaan dilaksanakan selama 1 semester. Titik tolak penilaian pada keberadaan RPP pada saat mengajar. Pokus penilaian pada kegiatan inti pembelajaran terutama pada pendahuluan, ekplorasi, elaborasi konfirmasi, penilaian dan tindak-lanjut.
Merujuk pada tiga kompetensi, pembinaan, pemantauan serta penilaian, maka dalam pelaksanaannya dilakuakan melalui:
a. Studi dokumentasi.
Studi dokumentasi dilakukan terhadap kepala sekolah dalam pelaksanaan pembinaan manajerial kepala sekolah, dan guru dalam pelaksanaan supervisi akademik. Studi dokumentasi dilakukan untuk mengungkap fakta hasil pekerjaan guru dan kepala madrasah secara akurat.  Selanjutnya melalui pengungkapan data dilakukan perbaikan-perbaikan secara langsung pada hal-hal yang keliru dan pemantapan pada ha-hal yang telah sesuai dengan ketentuan.
b. Diskusi terbatas
Diskusi dilakukan secara perorangan untuk menentukan masalah yang tepat sesuai dengan instrument penilaian. Pelaksanaan diskusi dimaksudkan untuk mencari pemecahan masalah yang tepat. Diskusi dilakukan tidak terstruktur(tana instrumen).
c. Bimbingan personal
Bimbingan personal diberikan kepada kepala sekolah dan guru dalam merencanakan masa depan. Proses pemberian bantuan yang terus menerus dan sistematis kepada individu dalam memecahkan masalah yang dihadapinya, agar tercapai kemampuan untuk dapat memahami dirinya (self understanding), kemampuan untuk menerima dirinya (self acceptance), kemampuan untuk mengarahkan dirinya (self direction) dan kemampuan untuk merealisasikan dirinya (self realization) sesuai dengan potensi atau kemampuannya. Pelaksanaan bimbingan personal dilakukan sesuai dengan kebutuhan guru dan kepala sekolah.
c. Telaah Intrumen
Telaah intrumen dilakukan untuk memahami hal-hal yang akan dinilai baik kepala sekolah maupun guru. Telaah intrumen kepala sekolah pada intrumen penilaian kinerja dan panduannya. Telaah intrumen secara partisipatif ini dimaksudkan agar penilaian menumbuhkan kepercayaan pada kepala sekolah dan guru.
Pendekatan dan metode di dalam kepengawasan adalah suatu cara untuk melakukan pembinaan, monitoring, supervise terhadap guru, kepala madrasah dan penjaga yang  ada di sekolah/madrasah itu. hal ini dimaksudkan agar pengawas untuk dianalisa dan disimpulkan guna melakukan pembinaan tindak lanjut.
Di dalam pendekatan dan metode mi, digunakan dua tahapan yaitu tahap pengumpulan data dan analisa data.
A.    Metode Pengumpulan Data
Dalam peigumpulan data mi pengawas setiap melakukan supervisi, monitoring, evaluasi dan pembinaan menggunakan beberapa metode :
1.      Metode wawancara : Dalam penerapan metode ml, pengawas melakukan kegiatan class home visite serta berdialog langsung dengan guru, kepala madrasah, penjaga madrasah, maupun siswa.
2.      Observasi : Observasi mi dilakukan oleh pengawas guna memperoleh data tentang situasi lingkungan sekolah/madrasah dan kegiatan proses belajar mengajar guru baik guru mata pelajaran maupun guru kelas.
3.      Dokumen : Dokumen mi biasanya adalah penelitian terhadap data-data yang ada yang di sajikan oleh madrasah baik itu administrasi kesiswaan, keuangan, tenaga pendidikan, maupun sarana prasarana, peran serta lingkungan dan lain-lain yang sah.
4.      Catatan lapangan : artinya adalah setiap catatan tentang kondisi madrasah yang menyangkut kegiatan-kegiatan ekstra dan intra yang dilakukan oleh guru, kepala sekolah , dan komite.
B.     Analisa Data
Analisa data mi, adalah suatu tindakan yang dilakukan untuk menganalisa dan berbagai data yang masuk untuk menjawab anggapan dasar setelah supervisi, monitoring, evaluasi dilakukan oleh pangawas. Untuk menganalisa data mi dapat dilakukan dengan berbagai methode akan tetapi dalam laporan kepengawasan mi yang digunakan adalah methode deskniftif kualitatif.
Methode deskriftif kwalitatif adalah suatu methode yang digunakan rnenyusun suatu laporan sehingga Iaporanya akan berisi kutipan-kutipan data untuk memberi gambaran.


BAB IV
HASIL PENGAWASAN
A.    Hasil Pengawasan
No.
Bulan
Masalah
Tujuan
Indikator Keberhasilan
Strategi/teknik Kepengawasan
Sasaran
1
Juni 2011
Menyusun rencana Kerja Madrasah (RKM)
Agar Kepala sekolah mampu menyusun RKM
Kepala sekolah mampu menyusun RKM
Rapat, Kunjungan sekolah, seminar

RA/TK,SD/MI Se
Kec.Wirosari
2
Juni 2011
Menyusun Rencana Kerja Tahunan dan Rencana Kerja Anggaran Madrasah

agar guru mampu menyusun RKT dan RKM
kepala sekolah mampu menyusun RKT dan RKM
Rapat, kunjungan sekolah, seminar

         
3
Juli 2011
Penerimaan siswa baru
Agar pelaksanaan PPDB berjalan sesuai aturan
Pelaksanaan PPDB berjalan baik dan sesuai prosedur
Monitoring panitia

4
Juli 2011
Pembagian dan penempatan Tugas Guru
Pembagian kelas yang sesuai kemampuannya

Pembagian tugas yang tepat

Monitoring Kepala Sekolah

5
Agustus 2011 s/d April 2012
Pembinaan professional Guru dan Karyawan
meningkatkan Profsional guru
Terciptanya guru yang profesional
Kunjungan kelas, individual, rapat, seminar

6
Agustus 2011 s/d April 2012
Pelaksanaan supervisi terhadap Guru
Membantu guru menghadapi masalah
Guru mampu menyelesaikan masalah pembelajaran
Kunjungan kelas, individual, rapat, seminar

7
April dan Oktober
Kenaikan pangkat, akreditasi sekolah dan sertifikasi guru
Melakukan supervisi dan rekomendasi
Guru dapat naik pangkat melalui PAK dan membantu pelaksanaan akreditasi sekolah

Kunjungan kelas, individual, rapat, seminar

8
Juli 2011 s/d Juni 2012
Pengerjaan administrasi sekolah dan kelas
guru mempunyai administrasi yang benar
Guru mempunyai administrasi dan dikerjakan dengan baik
Kunjungan kelas, individual, rapat, seminar

9
Juni 2011
Pendataan sarana dan prasarana
Mengetahui keberadaan sarana dan prasarana serta mengiventarisir
Terwujudnya inventarisasi sarana prasarana yang baik
Kunjungan kelas, individual, rapat, seminar

10
Juni s/d Agustus 2011
Rencana perbaikan dan perawatan sarana dan prasarana
Memiliki acuan dalam melakukan perawatan
Melakukan perbaikan dan perawatan sarana dan prasarana
Monitoring

11
Juni s/d Juli 2011
Keikutsertaan Lomba-lomba
Memperoleh kejuaraan
Sukses dalam lomba dan juara
Monitoring dan evaluasi

12
Juni 2011 s/d Juli 2012
Kegiatan ekstrakurikuler
Melatih siswa dalam kegiatan ekstra
Siswa trampil dalam kegiatan ekstrakurikuler
Monitoring dan evaluasi

13
Juni dan Juli 2011 s/d 2012
Rapat sekolah, rapat komite dan orang tua
Memberi laporan dan menyusun program dan keuangan

Tercipta hubungan yang baik dengan komite guru dan orang tua
Monitoring dan evaluasi

14
Juni 2011 s/d Juli 2012
Peran serta masyarakat
Menggali potensi peran serta masyarakat
Terwujudnya peran serta masyarakat yang baik
Monitoring dan evaluasi

15
Juni 2011 s/d Juli 2012
Memberikan arahan dan bimbingan kepada guru tentang proses belajar mengajar

Memperoleh KBM yang bermutu dan berkualitas.
KBM yang bermutu dan berkwalitas
Kunjungan Kelas, individual, Rapat, seminar

16
Juni 2011 s/d Juli 2012
Memberi contoh pelaksanaan tugas guru dalam melaksanakan pross belajar mengajar



Membantu guru dalam dalam melakukan proses belajar mengajar
Tercipta proses belajar mengajar yang baik
Kunjungan Kelas, individual, Rapat, seminar

17
Juni 2011 s/d Juli 2012
Memberikan saran untuk meningkatkan kemampuan professional guru
Guru lebih profesioanal
Guru profesional
Kunjungan Kelas, individual, Rapat, seminar

18
Juni 2011 s/d Juli 2012
Mengupayakan perbaikan mutu pembelajaran, kwalitas keguruan
Mtutu pembelajaran dan kwalitas pendidikan lebih baik
Peningkatan mutu pembelajaran yang berkwalitas
Kunjungan Kelas, individual, Rapat, seminar

19
Juli 2011 s/d Juli 2012
Membina pelaksanaan dan pemeliharaan lingkungan sekolah, situasi pembelajaran, iklim dan lingkungan sekolah atau madrasah
Agar lingkungan dan kondisi sekolah/madrasah lebih baik dan nyaman
Lingkungan sekolah dan kondisi sekolah/madrasah yang nyaman dan baik
Kunjungan Kelas, individual, Rapat, seminar

20
Juli 2011 s/d Juli 2012
Membina dan mengembangkan kwalitas atau mutu sekolah/madrasah dalam meningkatkan produktifitas, efisiensi dan efektifitas pembelajaran dengan membudayakan kepala sekolah dan guru
Agar sekolah berkwalitas/bermutu produktif, efesien dan efektif
Terwujudnya sekolah yang berkwalitas dan bermutu
Kunjungan Kelas, individual, Rapat, seminar

21
November 2011 dan Mei 2012
Menyusun soal dan alat penilaian hasil belajar
Membantu guru untuk menyusun alat penilaian
Tersusunnya alat penilaian yang baik
Kunjungan Kelas, individual, Rapat, seminar

22
Desember 2011 dan Juni 2012
Menganalisis hasil belajar serta menentukan jenis-jenis pembinaan
Membantu guru dalam mengenalisis hasil belajar serta menentukan pembinaan
Guru mengenalisis hasil evaluasi belajar membantu guru dalam menentukan pembinaan
Kunjungan Kelas, individual, Rapat, seminar

23
Desember 2011 dan Juni 2012
Melaksanakan penilaian, pengolahan dan analisa data hasil belajar siswa
Membina guru dalam menganalisis hasil belajar siswa
Guru mampu menganalisis dan evaluasi
Kunjungan Kelas, individual, Rapat, seminar

24
Juni 2011 s/d juli 2012
Membina dan membimbing guru dalam pelaksanaan evaluasi pembelajaran
Guru terampil dalam melaksanakan evaluasi belajar
Guru tampil dalam melaksanakan evaluasi
Kunjungan Kelas, individual, Rapat, seminar



B.     Pembahasan Hasil Pengawasan
Sesuai dengan uraian hasil pengawasan yang telah dilakukan dalam satu tahun MI. dapat dibuat suatu gambaran tentang kondisi guru dan kepala sekolah sebelum pengawasan dilakukan dan setelah pengawasan dilaksanakan.
Dan data hasil pengawasan yang terangkum dalam instrumen kepengawasan yang digunakan yang meliputi instrumen:
1.      Kegiatan Belajar Mengajar
2.      Administrasi Kepala Madasah
3.      Administrasi guru kelas
4.      Kegiatan ekstrakulikuler
5.      Kegiatan perpustakaan
6.      Penenimaan peserta didik barn
7.      Pelaksanaan UAS/M
8.      Pelaksanaan ulangan umun semester 1,2
9.      Bagi guru atau kepala sekolah yang mengajukan angka kredit
Menunjukkan bahwa guru dan kepala sekolah dalam kegiatan belajar mengajar tentang penilaian metode dan media pembelajanan nilainya masih rendah (kualitatif C) sehingga perlu diadakan pembinaan yang terencana dan bertahap. Untuk hasil pengawasan tentang administrasi kepala sekolah dan administrasi guru kelas juga menunjukkan bahwa kadar kualifikasi rendah mi terbukti bahwa banyak guru dan kepala sekolah tidak memiliki bukti fisik seperti program tahunan, program semester, silabus, dan Rencana Program Pembelajaran, program sekolah dan masih banyak yang perlu pembinaan.
Selain supervisi juga dilakukan monitoring terhadap penerimaan peserta diclik, pelaksanaan ulangan umum semester dan ujian akhir tahun pelajaran, hal ini dimaksudkan agar kegiatan-kegiatan sekolah tersebut selalu mengacu terwujudnya Peraturan Pemerintah No. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 19 tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Satuan Pendidikan.
Untuk mengetahui kegiatan yang lama yaitu ekstrrakulikuler maupun kegiatan perpustakaan, pengawas juga melakukan supervisi yang meliputi:
  1. Supervisi rencana kegiatan (program tahunan, semester clan harian)
  2. Supervisi pelaksanaan yang mencakup (daftar hadir, jenis kegiatan, buku-buku penunjang yang lain)
  3. Monitoring pelayanaan terhadap peserta didik.
Dalam hal mi pengawas selalu membina, membimbing dan mengarahkan agar sistem pelayanan kepada peserta didik dilaksanakan secara maksimal dan sesuai dengan prosedur yang berlaku.


BAB V
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Sesuai dengan methode analisa data yang dipakai dalam laporan kepengawasan mi yaitu deskriptif kualitatif maka dapat disimpulkan sebagai berikut:
1.      Kepala madrasah  kurang mampu dalam hal manajerial madrasah belum  semua menyusun RKM,RKT dan RKAM.Guru belum maksimal pengelolaan kelas (manajerial kelas ) dapat diatasi dengan cara melaksanakan KKG/MKKM di  tingkat kecamatan tentang materi manajerial pendidikan
2.      Guru dan kepala madrasah yang lemah dalam hal Kegiatan Belajar Mngajar yang menyangkut nasalah perencanaan pembelajaran, strategi belajar mengajar dapat dipecahkan melalui kegiatan KKG dan MKKKM serta pembinaan dan bimbingan pengawas melalui supervisi kegiatan dan monitoring kegiatan di madrasah dengan kunjungan kelas, observasi dan catatan lapangan maupun kegiatan individuil.
3.      Guru yang belum memahami tentang penulisan soal, jenis-jenis teknik-teknik,penilaian serta bentuk-bentuk evaluasi pendidikan pada KTSP dapat diatasi dengan supervisi kegiatan dan monitoring pada saat ulangan umum semester I dan semester 2 serta memberikan pelatihan penyusunan soal untuk ulangan barian, ulangan umum semester dan ulangan tengah semester serta ujian sekolah dengan hentuk pilihan ganda. menjodohkan , isian maupun uraian singkat melalui KKG maupun MKKKM di gugus madrasah masing-masing.
4.      Membuat perencanaan kegiatan tindak lanjut guna rnernaksimalkan hasil yang telah dicapai dalam melaksanakan kepengawasan.

B.     Rekomendasi
Untuk menjamin  mutu pendidikan sebagai yang diamanahkan dalam Undang-undang Sisdiknas dan  SNP maka peran pengawas sebagai penjamin mutu pendidikan sangat penting terutama dalam mengawal kualitas penyelenggaraan pendidikan baik  secara kelembagaan, manajerial maupun sumberdaya lain yang mendukung. Oleh karena itu dalam laporan ini direkomendasikan kepada :
1.      Kementerian Agama/pemerentah
Agar pemerintah mengalokasikan anggaran pelatihan, penataran atau work shop untuk meningkatkan kualitas tenaga pendidikan dan kependidikan dan sumberdaya pendidikan yang lain. Di antaranya bantuan manajemen melalui pemberdayaan pengawas, kepala madrasah/ KKKM, professional guru/ KKG baik mata pelajaran maupun guru kelas..
2.      Masyarakat
Peran serta dan daya dukung masyarakat selaku pengguna pendidikan sangat diharapkan dalam meningkatkan mutu pendidikan secara umum terutama bantuan yang berupa dana dan masukan-masukan agar relevansi antara lembaga pendidikan (kurikulum) dengan kebutuhan masyarakat di sekitar dapat terpenuhi.
3.      Orang Tua
Peran orang tua ikut menentukan keberhasilan sekolah/madrasah dalam meningkatkan mutu pendidikan karena  kegiatan siswa frekuensinya lebih besar berada dalam lingkungan keluarga, maka bimbingan, arahan untuk belajar serta pembentukan kepribadian siswa diperlukan peran orang tua yang lebih.
4.      Peserta Didik

Agar peserta didik selalu pro aktif dalam setiap kegiatan di madrasah tidak hanya asal masuk tetapi diharapkan mengikuti kegiatan madrasah itu dengan sungguh-sungguh atau totalitas.